Etika Bisnis
Pengertian
Etika
Etika
berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu ethos
yang berarti kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, atau cara
berpikir.
Menurut
Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta) etika adalah ilmu pengetahuan tentang
asas – asas akhlak (moral)
Pengertian Bisnis
Secara
historis kata bisnis berasal dari bahasa Inggris yaitu busy yang berarti sibuk, ini dalam arti sibuk mengerjakan aktivitas
dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara
etimologi bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk
melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan.
Dalam
ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa
kepada konsumen atau bisnis lainnya untuk mendapatkan laba.
Pengertian Etika Bisnis
Etika
bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah.
Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam
kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005)
Unsur – Unsur Pokok dalam Etika :
1. Kebebasan
Kebebasan memberikan pilihan bagi
manusia untuk bersikap dan berperilaku, jadi selalu ada pilihan atau alternatif
bagi manusia untuk bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai – nilai yang
diyakininya. Adapun kebebasan manusia dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu :
a. Kebebasan
Sosial
Adalah
kebebasan yang diterima dari orang lain (sesama manusia), yang berarti bersifat
heteronom.
b. Kebebasan
Eksistensial
Adalah
kemampuan manusia untuk menentukan sikap dan perilaku dirinya sendiri yang
bersifat otonom.
2. Tanggung
Jawab
Tanggung jawab dapat diartikan sebagai
kesediaan dasar untuk melakukan apa yang menjadi kewajibannya. Kewajiban
merupakan beban yang harus dilaksanakan. Setiap bentuk tanggung jawab
senantiasa menuntut pertanggung jawaban apabila perbuatan itu belum selesai
dilakukan.
3. Hati
Nurani
Hati nurani sering kali disebut dengan
suara hati. Menurut Aquinas, hati nurani berasal langsung dari Tuhan dan oleh
karena itu tidak mungkin keliru. Apabila manusia menghadapi situasi konkret
yang mengharuskannya memilih sikap – sikap moral tertentu, maka yang hadir pada
saat itu adalah suara hati. Suara hati memang suara kejujuran, tetapi tidak
identik dengan hakikat kebenaran itu sendiri. Artinya suara hati mungkin saja
bisa salah, tetapi kesalahan suara hati itu karena ketidaktahuan si pemilik
suara hati bukan karena ia sengaja berbuat salah.
Prinsip Etika Bisnis
1. Kejujuran
ketika berkomunikasi dan bersikap
Kejujuran
merupakan poin penting dalam menjalankan usaha sekaligus membangun kepercayaan.
Dalam berbisnis Anda wajib bersikap jujur dalam segala hal, mulai dari
memberikan informasi dan menganalisa kekurangan perusahaan.
2. Integritas
Seseorang
yang memimpin perusahaan mendapatkan kepercayaan dari orang lain karena
mempunyai integritas. Integritas dapat diartikan sebagai konsistensi antara
pemikiran, perkataan, dan perbuatan.
3. Memenuhi
janji serta komitmen yang dibuat
Seorang
pebisnis dapat dipercaya karena mampu memenuhi semua janji serta komitmennya
yang pernah dibuat. Dalam berbisnis Anda tidak boleh asal membuat janji, tetapi
saat diucapkan Anda dapat langsung memenuhinya dengan baik.
4. Loyalitas
Loyalitas
merupakan hal yang penting dalam berbisnis. Hal ini agar yang Anda jalani dapat
berjalan dengan baik tanpa adanya konflik. Keloyalan dapat ditunjukan dengan
bekerja keras sesuai dengan visi misi perusahaan serta mampu membedakan urusan
kantor dengan masalah pribadi. Loyalitas juga dapat terlihat dari keseriusan
Anda mengembangkan bisnis yang dijalani.
Fungsi Etika Bisnis
Adapun
fungsi etika bisnis diantaranya dapat mengurangi dana yang diakibatkan dari
pencegahan yang kemungkinan terjadinya friksi atau perpecahan, baik dari intern
perusahaan itu sendiri maupun ekstern.
Selain
itu, dalam penerapan etika bisnis ini juga berfungsi untuk membangkitkan
motivasi pekerja agar terus meningkat , melindungi prinsip dalam kebebasan
berdagang atau berniaga, serta dapat menciptakan keunggulan dalam bersaing.
Tujuan Etika Bisnis
1. Untuk
menjaga dan mengurangi perbuatan praktek – praktek bisnis yang kotor, seperti
sering dilakukan oleh orang – orang kapitalis atau pebisnis lainnya yang hanya
mencari keuntungan semata dengan berbagai tipu daya.
2. Untuk
saling menguntungkan (win – win solution)
baik pebisnis, konsumen, maupun dampaknya terhadap masyarakat.
3. Untuk
menjaga agar pebisnis mentaati norma – norma kemanusiaan dalam arti menghargai
harkat dan martabat manusia, jangan dieksploitir/diperas tenaga manusia.
4. Agar
lingkungan tetap terpelihara, dalam arti lingkungan tidak tercemar atas
dilakukannya aktivitas bisnis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar