Kamis, 09 Maret 2017

Tips - Tips Dalam Memulai Usaha Baru Bagi Seorang Pemula

Cara Memulai Usaha Bagi Pemula
Sebagian besar pemula atau orang yang baru pertama kali akan memulai kerja sampingan dirumah tanpa modal selalu disibukkan dengan persoalan uang. Modal uang buat mereka adalah segala – galanya sehingga saat kebutuhan modal suatu usaha dinilai terlalu besar dan mereka tidak cukup memiliki modal tersebut maka urunglah niatnya untuk mencoba cari kerja sampingan seperti yang ingin ditekuninya. Namun apakah benar, modal adalah alasan utama sehingga bisa menjamin suatu contoh usaha kecil akan lancar dan sukses ketika ditopang dengan modal yang besar? Jawabannya bisa iya dan tidak.
Dasar utama menjadi seorang wirausaha
Jika modal bisa menentukan keberhasilan sebuah usaha di satu sisi namun di sisi lain sebuah usaha kreatif dengan modal kecil dapat berkembang dan maju walau hanya didanai dengan modal pas – pasan, maka sebenarnya apa yang harus dimiliki seorang wirausahawan pemula saat menjalankan kerja sampingan mereka sendiri? Berikut adalah 3 dasar utama yang harus dimiliki oleh setiap pemula untuk menjalankan bisnis menguntungkan baik untuk ibu rumah tangga atau karyawan sehingga menjadi usaha rumahan yang sukses, bisa bertahan, menguntungkan, dan berkembang di tahun – tahun mendatang.
1.      Mindset atau pola berpikir
Ialah modal utama dalam bisnis yang paling menguntungkan, jika tanpa cara atau pola berpikir yang benar maka mustahil seseorang dapat merasakan kesuksesan usahanya. Mindset seorang pengusaha jelas berbeda dengan pola pikir seorang karyawan. Pengusaha pasti memiliki sebuah visi jauh kedepan tentang apa yang ingin dicapainya dalam jangka 5 sampai 20 tahun kedepan sehingga ia akan membuat rencana buka usaha kecil dulu, kemudian akan membuat rencana jangka pendek, menengah, atau jangka panjang utnuk mewujudkan visinya tersebut. Visi tersebut sangat berkaitan erat dengan sebuah cita – cita. Sedangkan seorang karyawan pada umumnya tidak memiliki visi yang tinggi, karyawan terbiasa dengan pola pikir dan kerja yang statis dan berulang setiap harinya. Karyawan terpaku dalam kegiatan kerja monoton sehingga tidak bisa mengembangkan diri dimasa tuanya karena tidak mencoba untuk menjadi seorang pengusaha dimasa mudanya.
2.      Pengetahuan atau keahlian
Ini merupakan dasar kedua yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Sangat mustahil seorang pemula dapat menjalankan dan mengembangkan bisnisnya jika ia tidak memiliki keahlian atau pengetahuan tertentu yang berhubungan dengan usaha tersebut. Seorang pengusaha memiliki jiwa mau belajar untuk meningkatkan pengetahuan atau keahliannya dan itu membutuhkan waktu. Dalam proses belajar itulah terjadi transformasi nilai dimana dulu tidak mengerti sekarang menjadi mengerti atau dahulu tidak bisa sekarang menjadi bisa. Oleh karena itu, seorang pengusaha sukses pasti selalu sangat ingin menambah pengetahuan atau keahliannya sehingga usahanya bisa bertambah maju dan berkembang.
3.      Kerja keras
Merupakan “napas” seorang pengusaha, usaha apapun bentuknya tak akan dapat bertahan dan berkembang tanpa adanya kerja keras. Anda bisa melihat atau membaca kisah sukses para wirausahawan dan kerja keras pasti ada dalam kamus sehari – hari mereka. Siang malam para pengusaha itu akan selalu memikirkan cara bagaimana mengembangkan bisnis yang mereka geluti. Jika hari ini mereka gagal maka mereka yakin beberapa saat kemudian usahanya pasti akan berhasil menuai keuntungan seperti harapannya. Pengusaha sukses tak kenal istilah putus asa dan patah semangat, mereka menyukai tantangan, mereka siap menghadapi tantangan dan mereka memiliki keyakinan dapat mengatasi tantangan dalam menjalankan bisnisnya. Jam kerja seorang pengusaha lebih panjang daripada jam kerja seorang karyawan, itu sudah jelas karena mereka menggantungkan kelangsungan hidup keluarganya di bisnis yang dijalaninya.
Itulah pedoman dasar utama yang harus dimiliki oleh seorang pemula dalam memulai suatu usaha, sebaiknya seorang pemula dapat memahami dan mengerti bagaimana menghasilkan uang, menjalankan dan mengembangkan usaha sendiri. Selain dasar utama yang harus dimiliki pemula dalam memulai bisnis, berikut beberapa tips langkah – langkah yang harus dilakukan untuk membuka usaha sendiri.
1.      Menganalisis jenis usaha terkait
Anda harus memastikan bahwa usaha yang Anda dirikan merupakan jenis usaha yang Anda minati, hal tersebut akan lebih baik apabila ditunjang dengan keahlian dan pengalaman Anda dalam jenis usaha tersebut. Lakukan analisis Break Even Point untuk menentukan potensi yang ada dalam jenis usaha tersebut, setelah itu jabarkan rencana usaha secara detail, lalu susun rencana pemasaran yang akan Anda lakukan untuk memasarkan usaha Anda tersebut.
2.      Rencanakan bisnis Anda dengan menyusun konsep yang sesuai
Jika Anda akan mencari dana dari luar, membuat proposal rencana usaha ialah sangat diperlukan. Jika Anda akan membiayai usaha itu sendiri, juga diperlukan rencana usaha untuk membantu Anda mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk memulai, dimana, kapan serta apa yang perlu dilakukan.
3.      Siapkan modal
Modal merupakan faktor penting dalam memulai usaha sendiri. Modal dapat dihasilkan dari modal sendiri atau tabungan sendiri, mencari investor atau pendana dari luar, meminjam uang dari bank, serta menggunakan sistem partnership. Anda juga dapat memulai bisnis tanpa modal yaitu dengan menjadi reseller (pengecer) dari suatu produk atau barang.
4.      Jadikanlah usaha Anda sebagai usaha yang legal dan diakui hukum
Tentukan struktur hukum untuk usaha Anda, pilih nama yang baik untuk usaha Anda, daftarkan nama usaha Anda kepada Dirjen HKI sebagai merek dagang resmi dan sah dimata hukum, siapkan dokumen – dokumen organisasi, serta uruslah surat – surat perjanjian usaha (seperti Akta Pendirian Perusahaan, Nama Perusahaan, Hak Atas Nama Perusahaan, Pengakuan, dan Pengesahan).
5.      Perluas networking Anda
Networking dapat menjadi landasan untuk kelangsungan usaha Anda. Anda dapat bergabung dengan komunitas yang terkait dengan jenis usaha Anda. Hal ini dapat Anda lakukan sebelum Anda memulai usaha sendiri sehingga pada saat Anda mulai memasarkan produk atau jasa yang Anda tawarkan, Anda telah memiliki networking yang luas.


http://www.gajimu.com/main/tips-karir/langkah-yang-dibutuhkan-untuk-membuka-usaha-sendiri

Materi Etika Bisnis : Pengertian, Unsur, Prinsip, Fungsi, dan Tujuan

Etika Bisnis
Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu ethos yang berarti kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, atau cara berpikir.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta) etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas – asas akhlak (moral)

Pengertian Bisnis
Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa Inggris yaitu busy yang berarti sibuk, ini dalam arti sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara etimologi bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan.
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya untuk mendapatkan laba.

Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005)

Unsur – Unsur Pokok dalam Etika :
1.      Kebebasan
Kebebasan memberikan pilihan bagi manusia untuk bersikap dan berperilaku, jadi selalu ada pilihan atau alternatif bagi manusia untuk bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai – nilai yang diyakininya. Adapun kebebasan manusia dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu :
a.       Kebebasan Sosial
Adalah kebebasan yang diterima dari orang lain (sesama manusia), yang berarti bersifat heteronom.
b.      Kebebasan Eksistensial
Adalah kemampuan manusia untuk menentukan sikap dan perilaku dirinya sendiri yang bersifat otonom.
2.      Tanggung Jawab
Tanggung jawab dapat diartikan sebagai kesediaan dasar untuk melakukan apa yang menjadi kewajibannya. Kewajiban merupakan beban yang harus dilaksanakan. Setiap bentuk tanggung jawab senantiasa menuntut pertanggung jawaban apabila perbuatan itu belum selesai dilakukan.
3.      Hati Nurani
Hati nurani sering kali disebut dengan suara hati. Menurut Aquinas, hati nurani berasal langsung dari Tuhan dan oleh karena itu tidak mungkin keliru. Apabila manusia menghadapi situasi konkret yang mengharuskannya memilih sikap – sikap moral tertentu, maka yang hadir pada saat itu adalah suara hati. Suara hati memang suara kejujuran, tetapi tidak identik dengan hakikat kebenaran itu sendiri. Artinya suara hati mungkin saja bisa salah, tetapi kesalahan suara hati itu karena ketidaktahuan si pemilik suara hati bukan karena ia sengaja berbuat salah.

Prinsip Etika Bisnis
1.      Kejujuran ketika berkomunikasi dan bersikap
Kejujuran merupakan poin penting dalam menjalankan usaha sekaligus membangun kepercayaan. Dalam berbisnis Anda wajib bersikap jujur dalam segala hal, mulai dari memberikan informasi dan menganalisa kekurangan perusahaan.
2.      Integritas
Seseorang yang memimpin perusahaan mendapatkan kepercayaan dari orang lain karena mempunyai integritas. Integritas dapat diartikan sebagai konsistensi antara pemikiran, perkataan, dan perbuatan.
3.      Memenuhi janji serta komitmen yang dibuat
Seorang pebisnis dapat dipercaya karena mampu memenuhi semua janji serta komitmennya yang pernah dibuat. Dalam berbisnis Anda tidak boleh asal membuat janji, tetapi saat diucapkan Anda dapat langsung memenuhinya dengan baik.
4.      Loyalitas
Loyalitas merupakan hal yang penting dalam berbisnis. Hal ini agar yang Anda jalani dapat berjalan dengan baik tanpa adanya konflik. Keloyalan dapat ditunjukan dengan bekerja keras sesuai dengan visi misi perusahaan serta mampu membedakan urusan kantor dengan masalah pribadi. Loyalitas juga dapat terlihat dari keseriusan Anda mengembangkan bisnis yang dijalani.

Fungsi Etika Bisnis
Adapun fungsi etika bisnis diantaranya dapat mengurangi dana yang diakibatkan dari pencegahan yang kemungkinan terjadinya friksi atau perpecahan, baik dari intern perusahaan itu sendiri maupun ekstern.
Selain itu, dalam penerapan etika bisnis ini juga berfungsi untuk membangkitkan motivasi pekerja agar terus meningkat , melindungi prinsip dalam kebebasan berdagang atau berniaga, serta dapat menciptakan keunggulan dalam bersaing.

Tujuan Etika Bisnis
1.      Untuk menjaga dan mengurangi perbuatan praktek – praktek bisnis yang kotor, seperti sering dilakukan oleh orang – orang kapitalis atau pebisnis lainnya yang hanya mencari keuntungan semata dengan berbagai tipu daya.
2.      Untuk saling menguntungkan (win – win solution) baik pebisnis, konsumen, maupun dampaknya terhadap masyarakat.
3.      Untuk menjaga agar pebisnis mentaati norma – norma kemanusiaan dalam arti menghargai harkat dan martabat manusia, jangan dieksploitir/diperas tenaga manusia.
4.      Agar lingkungan tetap terpelihara, dalam arti lingkungan tidak tercemar atas dilakukannya aktivitas bisnis.





http://bisnisi.com/pengertian-definisi-tujuan-dan-fungsi-etika-bisnis/